hukum asuransi dalam islam

Di media sosial saya sering membaca ada pertanyaan ttg apakah asuransi itu boleh atau tidak dalam pandangan Islam.

Bicara pandangan Islam, berarti merujuk pada pandangan para ulama. Apalagi dalam Alquran dan hadis sendiri tidak ada teks yg secara tegas menyebut asuransi.

Seperti dalam banyak hal lain, tentang asuransi pun ada perbedaan pendapat. Ada ulama yang membolehkan asuransi dan ada yang mengharamkan.

Bagi orang awam, saya kira pilihannya sederhana: pilih saja pendapat yang mana pun. Mau random juga boleh. Pendapat ulama yang mana pun sudah pasti ada dalil dan argumentasinya.

Ini bicara asuransi pada umumnya (konvensional).

Nah, sekarang (dan sudah lama) ada asuransi syariah. Bagaimana dengan asuransi syariah?

Tentang asuransi syariah ini pun ada dua pendapat, ada yang membolehkan dan ada yang tetap mengharamkan. Yang membolehkan misalnya MUI (Majelis Ulama Indonesia), yang telah mengeluarkan hingga 8 fatwa terkait asuransi syariah (bisa diunduh di SINI). NU dan Muhammadiyah juga dapat menerima asuransi syariah. Sedangkan yang mengharamkan asuransi (termasuk asuransi syariah) terutama adalah para ulama Salafi dan Hizbut Tahrir.

Bagi kaum awam, silakan pilih yang mana pun.

Asuransi Itu Kebutuhan

Bagi saya sendiri, asuransi itu kebutuhan. Yang namanya kebutuhan, jika tidak dipenuhi maka akan menimbulkan mudarat atau kerusakan.

Semata-mata dari adanya kebutuhan ini saja, saya pilih pendapat yang membolehkan. Konvensional ataupun syariah tak masalah selama memenuhi kebutuhan.

Bagaimana asuransi bisa disebut kebutuhan?

Manusia memiliki kebutuhan akan rasa aman atau rasa tenang. Ini ada di urutan kedua dalam hierarki kebutuhan menurut Maslow dan termasuk kebutuhan dasar manusia.

Asuransi memenuhi kebutuhan rasa aman dari risiko-risiko yang mungkin menimpa, seperti sakit, kecelakaan, kematian, tabrakan pada kendaraan, atau kebakaran rumah. Asuransi memberikan kepastian bahwa jika risiko2 tsb datang, kita tetap dapat menanggulanginya, setidaknya secara finansial.

Tanpa asuransi, akan sulit untuk tetap merasa aman dari risiko2 tsb, kecuali memilih tidak peduli atau gimana nanti saja, atau berlindung di balik sikap religius. Hanya orang yang keuangannya sangat mapan atau level sultan yang bisa tenang tanpa asuransi, karena risiko sebesar apa pun akan sanggup mereka tanggung. [Asso]

  • Bagi anda yang sedang mencari asuransi jiwa dan kesehatan, baik syariah ataupun konvensional, bisa buka-buka blog asuransihijau.com. Blog ini menyediakan produk asuransi konvensional dan syariah dari Manulife Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *