Menanam durian unggulan

Pada bulan Juli 2025 ini saya mulai menanam bibit durian unggulan seperti musangking, duri hitam, dan montong di kebun orangtua saya. Ceritanya bisa disimak juga di kanal youtube Asso Duren.

Setelah berdiskusi panjang lebar dengan ChatGPT dan sesekali dengan Gemini, inilah cara yang saya gunakan untuk menanam durian unggulan di kebun kami.

Cara Penanaman Durian

Pertama, buat busut atau gundukan tanah setinggi 80-100 cm dan diameter 3 meter. Tidak perlu membuat lubang. Tanah busut diambil dari top soil atau bagian atas tanah di sekelilingnya. Contoh bentuk busut bisa dilihat pada video saya di kanal Asso Duren.

Kedua, taburkan dolomit sekitar 2 kg, aduk rata dengan tanah busut. Setelah itu tunggu 2 minggu sebelum tahap selanjutnya.

Ketiga, campurkan media-media tanam ke dalam busut, yaitu pupuk kompos, pupuk kandang yang sudah difermentasi, dan sekam bakar setengah matang dengan komposisi yang kira-kira seimbang (misalnya masing-masing 10 kg, atau masing-masing 1 karung). Taburkan jamur trichoderma sekitar 2 genggam (50 gram). Aduk semua media dengan tanah busut secara merata. Jangan lupa padatkan secukupnya dengan cara diinjak-injak.

Keempat, buat lubang di puncak busut seukuran polibag atau planter bag bibit durian.

Kelima, letakkan bibit durian di dalam lubang, jangan lupa buang plastik polibagnya. Lalu ratakan dengan tanah busut setinggi tanah polibag (jangan melebihi tanah polibag).

Keenam, siram dengan air secukupnya (kira-kira 20 liter). Jika musim kemarau, tutupi tanah busut dengan dedaunan untuk mengurangi penguapan.

Selanjutnya, siram tanah busut setiap hari dengan sekitar 10 liter air jika tidak hujan, setidaknya selama 2 bulan sampai akarnya cukup kuat untuk cari makan sendiri.

Jadwal Pemupukan Durian

Jadwal pemupukan durian yang saya terapkan mulai tahun pertama sampai panen adalah:

Tahun pertama:

  • Urea (N 46%) 20 gram, TSP (P 46%, Ca 15%) 10 gram, KCL (K 60%) 10 gram, Kieserite (Mg 26%, S 21%) 10 gram, diberikan setiap 2 bulan.
  • Pupuk organik (kompos dan kohe 1:1 atau 2:1) setiap 4 bulan dengan dosis 5 kg. Tambahkan trichoderma 1-2 genggam (25 gram).
  • POC (pupuk organik cair) pada bulan di luar jadwal pupuk kimia dan pupuk organik.
  • Asam humat disiram ke tanah setiap bulan, bersamaan dengan pemberian pupuk kimia/pupuk organik. Dosis 5 gram per 5 liter air.
  • EM4 aktif disiram ke tanah setiap 2 bulan, selang 2 minggu dari jadwal pupuk kimia dan boleh bersamaan dg pupuk organik ataupun POC. Dosis 100 ml per 10 liter. Sekalian percikkan juga ke daun.
  • Trichoderma disiram/ditaburkan (tergantung bentuknya) ke tanah setiap 2 bulan, bergantian dengan EM4. Dosis cair adalah 200 ml per 10 liter air. Dosis padat sekitar 50 gram.
  • Semprot daun setiap 2 minggu, bergantian antara POC daun, gandasil D, asam amino, dan fitoflex (pupuk mikro majemuk). Jadi setiap pupuk akan terulang setelah 2 bulan.
  • Pestisida nabati untuk pencegahan penyakit dapat disertakan setiap bulan, bersamaan dg aplikasi fitoflex dan gandasil D (boleh dicampur dalam satu tangki sprayer).
  • Dolomit setiap 6 bulan, dosis 1 kg, di awal dan setelah musim hujan.

Tahun kedua, Urea 30 gram, TSP 15 gram, KCL 20 gram, MgS 15 gram setiap 2 bulan. Pupuk organik ditambah menjadi 7,5 kg per 4 bulan. Lainnya tetap.

Tahun ketiga, Urea 40 gram, TSP 20 gram, ganti KCL dengan KS 30 gram, MgS 20 gram setiap 2 bulan. Pupuk organik ditingkatkan menjadi 10 kg per 4 bulan. Asam humat jadi 10 gram. Gandasil D diganti dengan Gandasil B. Lainnya tetap.

Tahun keempat, Urea 40 gram, TSP 30 gram, KS 40 gram, MgS 25 gram setiap 2 bulan. Lainnya tetap.

Tahun kelima, lihat kondisi. Jika tanaman tampak sudah siap untuk berbunga (terlihat dari ukuran pohonnya), hentikan Urea, fokus ke TSP 150 gram ditambah KS 100 gram setiap bulan untuk merangsang pembungaan sampai muncul bunga. Jika bunga-bunga sudah berubah menjadi pentil buah, stop TSP dan lanjutkan KS dengan dosis 100 gram ditambah Urea dosis 50 gram setiap bulan sampai buah selesai dipanen. Lainnya tetap.

Tahun keenam, jika sudah berbuah dan panen, kembali ke cara pemupukan tahun keempat dengan dosis yang ditingkatkan sesuai ukuran pohon. Jika belum berbuah, ulangi langkah tahun kelima dengan dosis ditingkatkan. Pupuk organik ditingkatkan menjadi 15 kg setiap 4 bulan. Lainnya tetap dengan dosis menyesuaikan.

Pemeliharaan Lainnya

  • Penyiraman setiap hari di dua bulan pertama, sekitar 10 liter air, jika hari tidak hujan. Selanjutnya tanaman durian bisa disiram jika diperlukan saja (misalnya seminggu tak kena hujan, atau saat mengaplikasikan pemupukan).
  • Penyiangan busut setiap bulan bersamaan dengan aplikasi EM4. Taruh rumput2 di atas busut sbg mulsa lalu siram dengan EM4.
  • Pelebaran busut setiap 4 bulan, bersamaan dengan pemberikan pupuk organik.
  • Pruning (pemotongan dahan dan ranting untuk membentuk tajuk yang sehat) mulai tahun ketiga atau bisa lebih awal jika diperlukan.
  • Selalu pantau kesehatan tanaman. Jika terjadi tanda-tanda penyakit atau ada hama pada tanaman, tangani dengan cara organik terlebih dahulu jika memungkinkan, misalnya dengan pestisida nabati (boleh buatan sendiri atau beli). Jika terlalu parah, barulah pakai pestisida kimia.

Catatan Tambahan

  • Pupuk kimia pertama diberikan saat trubus atau tunas baru telah muncul dan hampir terbuka, sebagai tanda tanaman telah mampu beradaptasi dengan lahan baru. Umumnya sekitar 1 sd 1,5 bulan dari waktu tanam.
  • EM aktif diperoleh dengan memfermentasi EM biang 3 sdm + molase 3 sdm + 1 liter air selama 3-7 hari.
  • Untuk bulan awal, EM4 dan asam humat diberikan 2 minggu setelah penanaman, dan juga sekalian semprot daun dengan EM4.
  • POC bisa dibuat dari macam-macam bahan organik, seperti air cucian beras, bonggol pisang, daun kelor, sampah dapur (sayur, buah), dll.
  • Untuk mempersiapkan pupuk organik yang dijadwalkan setiap 4 bulan, sejak awal rajin membuat kompos dan pupuk kandang agar tidak perlu beli lagi. Pupuk organik ini, jika beli, jauh lebih mahal daripada pupuk kimia.
  • TSP + KS merupakan alternatif yg jauh lebih hemat daripada MKP, dan KS + urea merupakan alternatif hemat dari KNO3. MKP dan KNO3 merupakan dua pupuk yang paling populer di masa pembungaan dan pembuahan.

Ringkasan

  • Pupuk kimia yang dipakai adalah: Urea, TSP, KCL di masa vegetatif, KS di masa generatif, dan MgS. Lalu ada pupuk yang disemprot ke daun: Gandasil D (unsur hara makro + mikro di masa vegetatif), Gandasil B (unsur hara makro + mikro di masa generatif), dan fitoflex (mikro majemuk).
  • Pupuk organik menggunakan kompos dan kohe (setiap 4 bulan) dan POC (setiap 2 bulan), digunakan sejak awal sampai selamanya. POC ada yang disiram ke tanah dan ada yang disemprot ke daun.
  • Pupuk mikroba menggunakan EM4 dan trichoderma (diaplikasikan setiap bulan secara bergantian).
  • Pupuk pendukung menggunakan asam humat (setiap bulan) dan asam amino (setiap 2 bulan).
  • Pembenah tanah menggunakan kapur dolomit (setiap 6 bulan). Pupuk organik dan mikroba juga berfungsi sebagai pembenah tanah.
  • Pestisida sebagai pencegahan menggunakan pestisida nabati setiap bulan, dan sebagai pembasmi hama digunakan sesuai kondisi.

Metode ini dapat berubah jika saya menemukan ide baru. Saya akan perbarui di artikel ini, karena ini sekaligus sebagai pegangan saya juga.  Jika anda para pembaca punya masukan, silakan. Terima kasih. [Asso]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *