Menanam durian unggulan

Setelah satu tahun tinggal di kampung (Pandeglang), saya baru menemukan apa yang sebaiknya saya tanam di kebun milik ibu saya, yaitu durian unggulan. Saya melihat di youtube, banyak orang menanam durian unggulan seperti musangking, duri hitam, montong, bawor, atau super tembaga, dan hasilnya sangat menggiurkan. Mereka memaparkan cara penanaman durian dan pemeliharaannya, dan saya pikir sepertinya cara mereka bisa saya tiru di kebun ibu saya.

Sebelumnya sempat terpikir untuk menanam cabe, pisang, atau pepaya. Tapi semua itu bersifat jangka pendek dan akan membutuhkan pengelolaan secara aktif terus-menerus, yang mana tidak memungkinkan karena saya juga masih bekerja (sebagai agen asuransi).

Sementara itu durian merupakan tanaman jangka panjang. Memang akan cape di awal saat penanaman, dan hasilnya baru diperoleh setelah 4-5 tahun, tapi untuk pemeliharaannya tidak akan menyita waktu. Saya berharap hasil dari durian ini bisa diandalkan untuk masa pensiun saya kelak, dan juga membantu saudara-saudara saya.

Saya pun membeli 4 bibit durian di pertengahan Juni 2025, beli di Tiga Bintang di Jl AMD Lintas Timur Pandeglang. Bibit yang saya beli ada musangking, duri hitam, montong, dan super tembaga. Tak lupa membeli pula sejumlah media tanam yang diperlukan seperti kompos, pupuk kandang, dan sekam bakar.

Sambil mempelajari cara menanam dan seluk-beluknya, saya mulai membuat lubang tanam. Saya mengambil inspirasi dari sejumlah kanal youtube seperti Rumah Durian Jember, Agus Widodo, Bocah Duren, dan AA Kadu. Tapi karena cara mereka berbeda-beda, dan mereka sendiri juga ada yang menerapkan cara yang berbeda di waktu yang berbeda, maka saya selalu mengkonsultasikan setiap ide yang didapat ke chatbot AI, terutama ChatGPT dan kadang ke Gemini atau Deepseek.

Saya bersyukur hidup di era internet dan AI, karena saya tidak perlu kebingungan lagi jika tidak tahu sesuatu, tinggal tanya ke AI dan segera mendapat jawabannya. Chatbot AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Deepseek telah menghimpun seluruh pengetahuan yang ada di dunia sejak awal munculnya peradaban hingga tahun ini. Mereka memang masih tak lepas dari kelemahan dan kesalahan, tapi jika saya ragu dengan satu AI, saya bisa konfirmasikan ke AI lainnya. Pada umumnya jawaban mereka tidak jauh berbeda.

Dengan rajin berdiskusi dengan ChatGPT, saya yang awalnya tidak paham sama sekali tentang pertanian, dalam sebulan ini belajar sangat banyak dan merasa yakin mampu menanam durian hingga panen dalam waktu 4-5 tahun dengan hasil yang baik.

Dalam menanam durian, ChatGPT menyarankan hal2 sbb:

  • Durian ditanam dengan sistem busut, dengan tinggi 80-100 cm
  • Menggunakan media tanam dengan komposisi yang seimbang antara pupuk kompos, pupuk kandang, sekam bakar, dan tanah galian.
  • Kombinasi pupuk organik dengan pupuk kimia, dengan sebisa mungkin memprioritaskan cara organik

Dengan bantuan ChatGPT, saya juga telah membuat jadwal pemeliharaan dan pemupukan untuk beberapa tahun ke depan hingga panen dan pascapanen. Tampaknya semuanya realistis dan dapat dilakukan oleh orang yang bekerja seperti saya.

Di tahap awal ini saya berharap bisa menanam 7 bibit unggulan baru. Di kebun kami saat ini telah ada 5 pohon durian lokal, satu di antaranya telah berusia puluhan tahun dan berbuah setiap tahun dengan rasa yang manis, sedangkan empat lainnya sudah berusia di atas 5 tahun tapi belum berbuah. Kelima durian lokal tsb akan saya pelihara dengan baik supaya segera menghasilkan dan menghasilkan lebih baik lagi.

Sebagian kebun kami ditanami padi yang digarap orang lain dengan sistem bagi hasil. Setahun 1-2 kali panen, di mana setiap panen memperoleh sekitar 70 kg beras atau sekitar 700 ribuan. Sementara durian unggul, dari satu pohon saja diperkirakan bisa menghasilkan 5-10 juta setiap tahun, bahkan lebih. Jadi jika tahap awal ini berjalan bagus, maka sawah tsb akan dialihkan ke durian sepenuhnya, dan mungkin bisa ditanami belasan bibit durian lagi.

Sambil mulai menanam durian, saya juga membuat saluran youtube dengan nama Asso Duren. Di saluran ini saya akan merekam perjalanan saya dari mulai menanam durian, pemeliharaan dan pemupukan, hingga panen (aamiin). Saya akan membuat video tentang cara penanaman yang saya terapkan, cara pemupukan, cara pemeliharaan lainnya, dan tentang pertanian secara umum yang terkait dengan durian. Saya berharap, seiring dengan tumbuhnya tanaman durian saya, kanal Asso Duren pun ikut tumbuh dan memberikan manfaat sebanyak mungkin untuk masyarakat Indonesia.

Video pertama bisa dilihat di SINI.

Sementara demikian. []

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *