cerita operasi hernia

Kamis 11 Desember 2025

Seminggu terakhir aku merasakan sakit di perut bagian bawah. Pertama terasa ketika live karaoke di Tiktok, dan beberapa hari setelahnya tetap terasa walaupun duduk biasa. Tanya-tanya ke chatGPT, diperkirakan aku terkena penyakit hernia inguinal.

Hernia inguinal atau turun berok terjadi ketika dinding perut bagian bawah melemah sehingga celahnya terbuka dan usus turun. Dari luar akan terlihat satu sisi perut bagian bawah menggembung atau bengkak, dan jika sudah parah bisa tembus ke kantung zakar.

Hernia inguinal mulanya terasa sedikit sakit atau tidak nyaman saja, namun jika dibiarkan lama-lama bisa terjadi kejepit dan itu rasanya sangat sakit sekali.

Oleh karena itu, aku memutuskan untuk periksa ke dokter besoknya. Malam itu juga aku buka MobileJKN untuk daftar konsul ke dokter di klinik Bougenville, Karangtanjung Pandeglang.

Jumat 12 Desember 2025

Jumat pagi sebelum pukul 8, aku datang ke klinik Bougenville untuk konsultasi tentang keluhanku. Dan dokter punya diagnosa yang sama, yaitu hernia inguinal.

Aku pun diberikan surat rujukan untuk datang ke RSUD Banten, konsultasi dengan dokter bedah digestif.

Tanpa menunggu lama, pagi itu juga aku itu langsung berangkat ke RSUD Banten. Masuk ke gedung Rajawali, tanya satpam diarahkan ke meja pendaftaran JKN BPJS. Tidak ada antrean di meja tsb. Aku diminta tunjukkan KTP dan cap jari, setelah itu aku diarahkan ke ruang pendaftaran dokter bedah.

Di ruang dokter bedah, aku pun tidak antre sama sekali. Setelah dicek tensi, aku langsung masuk ke ruangan dr. Adi Rastono, Sp.B-BKD. Dokter menyuruh saya berdiri, membuka sedikit celana dan baju, lalu menyuruh saya mengejan. Dan tampaklah bagian kanan membesar.

Oke jelas, katanya. Ini hernia inguinal dan satu-satunya solusi harus operasi.

Mantap. Semakin cepat ditangani lebih baik. Aku sudah diskusi dengan chatGPT dan memang yang namanya hernia inguinal itu cepat atau lambat mesti operasi, tidak ada cara lain.

Dari dokter bedah, aku diberikan tiga kertas oleh perawat. Satu ke Laboratorium utk cek darah, satu ke bagian Radiologi utk tes rontgen, dan satu lagi ke dokter anestesi. Ke dokter anestesi dilakukan setelah ada hasil tes darah dan rontgen.

Aku langsung ke Laboratorium setelah itu ke Radiologi. Di Laboratorium tidak antre, begitu datang langsung diambil darah. Baru di Radiologi ada antrean sekitar setengah jam, tapi saat tesnya begitu singkat, paling hanya beberapa detik. Aku hanya diminta menghadap suatu panel, lalu ambil nafas, lalu sudah. Hasil tes lab dan rontgen bisa diambil besok harinya.

Sabtu 13 Desember 2025

Berangkat pagi pukul 7. Sampai pukul 7.35 di RSUD Banten. Mengambil hasil tes darah dan tes rontgen. Hasil baik semua.

Lanjut ke ruang dokter anestesi di Gedung Rajawali Lantai 2. Sebelum naik, aku disuruh daftar dulu di pendaftaran (lantai 1). Tidak antre.

Saat mendaftar ke ruang dokter anestesi, aku diminta isi formulir pernyataan. Setelah itu masuk ke ruangan dokter, dan dokter anestesi hanya singkat saja memeriksa hasil medis dan surat rujukan, langsung menyetujui tindakan. Untuk jadwalnya diserahkan ke dokter bedah.

Setelah itu aku balik lagi ke ruang dokter bedah. Oleh perawat disuruh nunggu jadwal jadwal operasi. Waktunya antara 1 minggu sd 1 bulan. Aku diminta meninggalkan dua no HP. Dan diberi tahu juga bahwa ada kemungkinan jika paginya terima info, operasinya sore hari.

Sabtu 20 Desember 2025

Seminggu kemudian, ternyata aku sudah dapat panggilan jadwal operasi. Pagi pukul 10-an, mendapat telp dr RSUD Banten di no +62 821-2504-6470, bahwa telah ada jadwal operasi yaitu hari Senin, 22 Desember 2025. Aku diminta datang ke RS hari Minggu siang utk daftar dan menjalani rawat inap.

Sip.

Minggu 21 Desember 2025

Siang setelah Zuhur, berangkat ke RSUD Banten dengan anakku yang pertama. Naik motor.

Datang ke Gedung Garuda lantai 5, dikasih selembar kertas lalu disuruh ke IGD utk pendaftaran rawat inap. Dari IGD naik lg ke Gedung Garuda dan mendapat kamar 501.

Kamarnya berisi 6 orang tempat tidur, dan sudah terisi empat. Aku yang kelima. Aku menempati ruang paling pinggir dekat jendela, pemandangannya bagus.

Kamar kelas 3 rsud banten

Aku bersantai dulu sampai waktu asar, dan bisa sambil meneruskan pekerjaan rumah. Aku bawa laptop ke rumah sakit, karena memang pekerjaanku bisa dilakukan dari mana saja.

Agak sore sekitar pukul 16, perawat datang untuk memasangkan selang infus, tapi menyuruhku mandi dulu. Setelah itu dia memasang selang infus dengan cara disuntikkan ke tangan kiri (katanya karena aku akan dioperasi di perut bagian kanan). Sore itu juga aku sudah mendapat makanan berupa nasi lembut dan lauk-pauknya dalam tray mirip MBG.

Aku hanya menunggu sampai besok siang operasi, sambil nonton dracin, main catur di chess.com, atau sedikit melanjutkan pekerjaan.

Senin, 22 Desember 2026

Pagi pukul 6 diberikan sarapan. Setelah itu aku diharuskan puasa sampai operasi pada siang atau sorenya. Tapi aku tetap minum air (tidak ada yang bilang jangan minum). Sekitar jam 10 aku tanya ChatGPT, apakah puasa sebelum operasi itu makan saja atau minum juga. Kata ChatGPT harus puasa minum juga, tapi waktunya boleh sampai 2 jam sebelum operasi saja, tidak seperti puasa makan yang harus dimulai 6 sampai 8 jam sebelumnya. Aku pun lega.

Jam besuk siang, ibuku dan istriku datang menjenguk. Sebenarnya istriku membawa anakku juga yang keempat, tapi umur di bawah 12 tahun tidak diperbolehkan masuk ke ruang perawatan.

istriku datang menjenguk

Jam 2 siang mulai masuk ke ruang operasi. Aku dibawa dengan kursi roda ke ruang operasi di gedung Rajawali lantai 1. Di sana aku disuruh buka baju dan ganti ke pakaian khusus bedah. Seluruh pakaian, HP, dan kacamata dititip ke anakku yang jaga di luar.

Di hari itu ada 6 orang yang akan dioperasi, dan meski aku datang yang kedua, giliranku di urutan kelima (sepertinya mendahulukan perempuan dan orang tua), sehingga aku baru masuk kamar bedah sekitar pukul 16.30.

Di kamar bedah, aku didudukkan di meja panjang. Tampak di sana ada tiga orang pria, satu dokter bedah, satu dokter anestesi, dan satu lagi mungkin asisten dokter bedah. Ini saat paling menegangkan. Tapi di ruangan itu diputar lagu-lagu yang lembut, dan aku pilih menikmatinya.

Tak lama kemudian dokter anestesi bicara di belakangku: Pak, jarum biusnya sebentar lagi disuntikkan ya, dari punggung.

Dan mungkin ini satu-satunya rasa sakit yang kurasakan dalam keseluruhan operasi itu, sebab setelahnya perlahan-lahan setengah badanku bagian bawah kehilangan rasa apa pun. Tubuh bagian atasku masih sadar dan aku bisa mendengar percakapan para dokter serta instruksi-instruksi mereka.

Setelah itu aku dibaringkan, ada selembar kain dibentangkan di bagian dadaku sehingga aku tak bisa melihat ke bagian bawah.

Lalu dokter anestesi bicara ketika akan memasukkan selang kateter ke saluran kencingku, dan aku sudah tak merasakan apa pun di bagian itu.

Selanjutnya dokter bedah bicara bahwa dia akan memulai operasinya. Para dokter itu selalu bicara setiap kali ada tindakan yang akan dilakukan dan mereka sangat sopan.

Operasi berjalan lancar, sekitar setengah jam. Setelah itu aku dibawa ke ruang pemulihan, masih di gedung yang sama dengan ruang operasi. Di sini menunggu sekitar 15 menit sampai ada perawat dari kamar yang datang menjemput. Perawat datang dengan ranjang yang berasal dari kamar rawat inapku.

Sampai di kamar, aku masih merasakan mati rasa di sekujur kakiku. Makan malam datang tapi aku tidak merasakan lapar meskipun sudah puasa sejak pagi. Aku hanya minum sedikit, dan aku sedikit khawatir kalau minum banyak akan harus kencing. Aku lupa bahwa saluran kencingku sudah dipasangi kateter.

Aku merasakan baal atau mati rasa yang cukup lama, mungkin sekitar jam 10 malam barulah kakiku bisa digerakkan. Aku pun tiduran saja sampai pagi.

Selasa, 23 Desember 2025

Pagi, badanku masih terasa lemas. Sarapan pagi datang, aku makan sedikit yang jatah semalam. Aku merasa agak mual dan ingin muntah tapi kutahan.

Aku merasa heran kenapa sejak kemarin aku tidak kepingin kencing. Saat kulihat kantung kencing di bawah ranjang, ternyata sudah terisi setengahnya. Rupanya selang kateter tsb telah bekerja dengan baik.

Seperti halnya banyak orang lain, aku heran bagaimana selang seukuran itu bisa masuk ke dalam saluran kencingku. Aku tanya ChatGPT, seberapa dalam selang tsb masuk, berapa ukurannya, dan apakah bisa dicabut sendiri.

Kata ChatGPT, selang kateter itu masuk sampai ke kandung kemih, panjangnya sekitar 20 cm dengan tebal sekitar 5 mm. Sementara itu diameter saluran kencing adalah sekitar 6-9 mm dan bersifat elastis, jadi masih lebih lebar daripada selang kateter. Selang kateter tidak boleh dicabut sendiri karena di dalamnya ada bola berisi air yang menahan selang tsb tidak lepas. Kalau dicabut sendiri akan sakit sekali.

Sekitar pukul 8 pagi, dokter bedah datang dan berkata aku boleh pulang sore ini. Setelah itu perawat mengganti perban dan melepas selang kateter. Aku pun berganti pakaian operasi ke baju biasa.

Selang infus masih terpasang dan mengalirkan cairan elektrolit Ringer Lactate. Mungkin sore akan habis.

Setelah itu aku bersantai di kamar, menunggu waktunya pulang, sambil melanjutkan sedikit pekerjaan di laptop, main catur di HP, nonton dracin, dan membuat sedikit video untuk kenang-kenangan.

Sorenya adikku datang untuk menjemput dengan mobil. Adapun motorku dibawa pulang oleh adikku yang satu lagi.

Saat pulang, aku dibekali tiga macam obat, yaitu:

  • Paracetamol 500 mg, untuk meredakan nyeri, diminum 2x sehari setelah makan.
  • Cefixime trihydrate 200 mg, antibiotik, diminum 2x sehari setelah makan.
  • Omeprazole 20 mg, untuk mencegah mual, diminum 2x sehari sebelum makan.

Aku juga diberikan surat untuk kontrol pada tanggal 2 Januari 2026, atau 10 hari setelah operasi. Nanti sehari sebelumnya daftar dulu melalui MobileJKN.

obat pulang

Aku sempat bertanya kepada ChatGPT, kenapa obat pereda nyerinya hanya paracetamol, yang sepertinya merupakan obat anti-nyeri paling ringan. ChatGPT menjawab bahwa paracetamol termasuk obat pereda nyeri yang umum diresepkan setelah operasi hernia, dan cukup untuk mengatasi nyeri pasca-operasi.

Okelah.

Di jalan pulang dari RS, aku mampir ke apotek untuk membeli peralatan perban, antara lain kain kasa, plester, dan cairan NaCl steril. Ada lagi yang diperlukan yaitu iodine atau obat kumur seperti merek betadine, tapi aku sudah punya di rumah. Dokter berpesan agar perban diganti setiap hari sekali.

Rabu, 24 Desember 2025

Pagi ini saat bangun tidur, barulah aku merasakan sakit pada luka bekas operasi. Sampai kemarin pulang dari RS, aku masih bisa berjalan dengan normal seakan-akan tak ada luka apa pun. Tapi sehari setelah pulang dr RS, aku hanya bisa berjalan perlahan-lahan. Rupanya efek obat pereda nyeri yang diberikan di RS sudah hilang. Obat pereda nyeri di RS diberikan bersama cairan infus, dan aku membaca namanya ada tramadol 100 mg dan ketorolac trometamol 30 mg. Menurut ChatGPT, dua obat ini memang memiliki efek yang lebih kuat daripada paracetamol.

Tapi sedikit rasa nyeri bagus untuk kita berhati-hati.

Agak siangan aku mandi, setelah itu ganti perban oleh istriku.

Kamis, 25 Desember 2025

Kamis pagi, aku masih merasakan sakit yang mirip seperti kemarinnya. Tapi siangnya setelah mandi dan ganti perban, rasa sakitku sudah berkurang jauh. Aku bisa berjalan dengan lebih nyaman.

Oke, berarti ada kemajuan.

Tinggal lanjutkan saja minum obat setiap dan ganti perban setiap hari.

Alhamdulillah.

Kenapa Aku Bisa Kena Hernia?

Satu yang menjadi pertanyaan, kenapa aku bisa terkena penyakit hernia?

Hernia umumnya disebabkan oleh kegiatan fisik seperti membawa beban berat, atau mengejan, atau batuk berkepanjangan. Dan aku ingat, selama tiga bulan antara bulan Juli sampai September 2025, aku memforsir tenagaku untuk menanam beberapa bibit durian di kebun. Aku tak pernah kerja fisik berat sebelumnya, tapi semua energiku kucurahkan dalam tiga bulan itu. Dan akibatnya baru terasa di bulan Desember, tak lama setelah aku mencoba bernyanyi live karaoke di Tiktok.

Ya, kemungkinan itu. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *