
Hampir dua tahun terakhir ini aku pakai HP Redmi Note 13 5G. Kameranya biasa saja. Layak dipakai, tapi klo agak panas videonya bisa patah-patah atau framedrop. Resolusi videonya juga maksimal di 1080p 30 FPS depan belakang.
Jadi aku butuh HP dengan kamera yang bagus untuk ngonten. Setelah menimbang beberapa opsi di kelas midrange, akhirnya pilihanku jatuh pada Tecno Camon 50 Pro 5G dengan memori 12/256. Harga normal 5,8 jutaan, tapi aku beruntung mendapatkan diskon 700 ribuan di tokopedia jadi hanya membayar 5,1 jutaan.
Ini pertama kalinya beli HP dari brand Tecno dan grup Transsion. Dan sepertinya ini HP dengan susunan kamera paling lengkap dari Transsion (ada telefotonya, selain kamera wide dan ultrawide).
Camon 50 Pro masuk 50 besar ranking DXOMark, membuatnya sejajar dengan sejumlah HP flagship. Demikian pula pendahulunya, Camon 40 Pro, masuk peringkat 60-an.

Belum banyak review Camon 50 Pro di youtube Indonesia (mungkin karena baru rilis awal Maret 2026), tapi di luar negeri HP ini sering dibandingkan dengan HP flagship dengan hasil yang menandingi.
Beberapa kelebihan Camon 50 Pro yang menarik perhatianku antara lain:
- Ada kamera telefoto 50MP dg 3x optical zoom + OIS + autofocus dg perekaman video hingga 4K. Ini paling mantap. Ini akan menjadi pertama kalinya aku membeli HP dengan kamera telefoto.
- Kamera selfie 50 MP + autofocus + 4K. Juga masih jarang di kelas harganya, bahkan di atasnya. Lalu focal lenghtnya 21 mm, sangat lebar.
- Sensor kamera utama Sony Lytia 700C dg ukuran sensor 1/1,56 inci. Ini setara HP-HP kelas di atasnya. Sensor yg cukup besar akan lebih banyak menangkap cahaya, dan bagus untuk foto malam.
- Flashnap hingga 5x, bisa menangkap objek yang bergerak cepat tanpa blur. Cocok untuk foto burung di udara.
- Bisa foto zoom hingga 100x, dan video zoom hingga 60x. Hasilnya dibantu AI.
- Fitur AI-nya banyak.
- Ada infrared blaster. Sudah terbiasa pake HP Xiaomi ada IR-nya kepake banget.
- Ketahanan air dan debu hingga IP 68 dan 69K. Tak masalah walaupun kecempung ke kolam bahkan kesemprot air panas.
- Desain cakep, elegan, simpel, gak norak seperti umumnya HP keluaran Transsion (Infinix, Itel). Sedikit banyak mirip Samsung Galaxy S ultra.
Ada pun kekurangannya antara lain:
- Kamera ultrawide hanya 8MP, kemungkinan masih kurang tajam. Selain itu juga fix focus (walaupun tak masalah untuk ultrawide). Memang jika ingin bagus semua kamera, harus beli flagship.
- Layarnya melengkung. Terlihat mewah, tapi aku lebih suka layar datar.
- Tidak ada slot microSD dan jack audio (dua-duanya ada di HP Redmi Note 13). Tapi pengalaman selama ini, 256 GB cukup kok utk menyimpan video, asalkan sering dihapus klu sudah diedit.
- Chipsetnya tidak terlalu kencang (Dimensity 7400), tapi masih standar untuk kelas harganya. Dengan skor antutu 800 ribuan, posisinya kira2 berada di antara Snapdragon 7s Gen 3 (dipakai di HP Redmi Note 14 Pro+, harga 5 jutaan) dan SD 7 Gen 3 (dipakai di Vivo V50, harga 6 jutaan). Dan fokus Camon 50 Pro memang ke kamera, sesuai namanya CamOn atau Camera On. Kalau mau kencang plus kamera bagus, harus beli Xiaomi 15T. Tapi saya merasa dari sisi spek kamera, Camon 50 Pro masih lebih unggul daripada Xiaomi 15T.
Demikian. Selengkapnya ttg spek Tecno Camon 50 Pro, baca aja di GSM Arena.
Semoga HP ini benar-benar meningkatkan produktivitasku. Aamiin.
Ada pun Redmi Note 13 akan kuserahkan ke anakku yang pertama. Saat ini dia pake Redmi Note 9 yang layarnya sudah ada tompel dan kameranya rusak. Semoga HP limpahan ini juga membantunya utk produktif. [Asso]